Monday, 12 Nov 2018

6 Alasan Kenapa Mimpi yang Tertunda Bukan Berarti Kegagalan Selamanya

6 Alasan Kenapa Mimpi yang Tertunda Bukan Berarti Kegagalan Selamanya

Mimpi-mimpilah yang menjadikan anda manusia. Dengan mereka, hidup jadi terdapat artinya. Segala usaha pun anda kerahkan guna menggapai mimpi-mimpi tersebut. Jika dapat mewujudkan cita-cita yang telah dipendam lama, tak terkira bangganya.

Sayangnya, perjalanan mewujudkan cita-cita tidak tidak jarang kali sederhana. Kadang hambatan yang anda temui begitu besar, dan mimpimu darurat tak dapat diwujudkan sekarang. Nah, ketika tersebut terjadi, apakah anda akan begitu saja menyalahkan diri dan berhenti berjuang sama sekali?

Padahal anda tahu bahwa anda masih berhak menggelar perjuangan. Tak dapat mewujudkan mimpimu sekarang, bukan berarti anda gagal!

1. Perjalanan mewujudkan mimpi sama serupa seperti mendaki. Jalur yang anda lalui menanjak dan berkerikil, dengan tidak sedikit tempat berhenti.

Jika hidup ialah mendaki gunung, mewujudkan mimpi ibarat menjangkau puncaknya. Namun andai hidup memang seperti memanjat gunung, tentu anda tak dapat mencapai puncaknya dengan sekejap mata. Proses menjangkau puncak ini butuh waktu berhari-hari, dengan persiapan berbulan-bulan sebelumnya. Belum lagi situasi medan yang sarat semak belukar, kerikil, dan jalan tanjakan. Wajar andai gunung yang menjadi tempat pendakian bakal menyediakan sejumlah tempat perkemahan dan perhentian. Kamu mesti sejumlah kali tidur dan memasak supaya bisa fasih sampai puncak. Ini sama saja dengan proses mewujudkan mimpi. Demi melakukannya, anda harus dihadapkan pada perjalanan yang berat dan lama.

Mungkin anda merasa kejatuhan musibah ketika mimpimu tertunda sebab kecelakaan tak tertunda. Kamu juga merasa lebih tak percaya diri ketika harus bekerja terlebih dulu dikomparasikan meneruskan edukasi S-1. Tapi hei, apa ini berarti anda tak boleh lagi bermimpi?

Semakin besar cita-citamu, semakin tidak sedikit hambatan yang bakal datang. Jadi, bukankah kesulitan malah akan semakin membuktikan keagungan mimpimu itu?

Tak butuh merasa sial sendiri ketika mimpimu belum terwujud sampai ketika ini. Sebagaimana semua pendaki yang sedang berkemah di lokasi perhentian sementara, kamu melulu perlu waktu guna mempersiapkan hal-hal yang anda perlukan guna ke puncak. Ingatlah bahwa hambatan bukan berarti anda harus undur diri. Selalu ada pilihan untuk sukses andai mau beranggapan lebih jeli lagi.

2. Berjalan sendirian barangkali membuatmu lebih cepat hingga tujuan. Namun ialah hukum alam bahwa insan tak pernah sendirian — dari lahir sampai dikuburkan.
“Manusia itu dicetuskan sendirian. Meninggal pun nanti sendirian.”

“Ah, masa? Gimana metodenya kamu bermunculan sendiri? Terus ibu anda sama dokter mau anda kemanain? Nanti pun yang inginkan ngubur anda siapa bila kamu sendiri?”

Manusia tidak dibuat untuk hidup sendirian. Kita ialah makhluk sosial, satu dan lainnya saling berkaitan. Maka dari itu, tak jarang anda dituntut guna mau berkompromi. Termasuk dalam hal memburu mimpi.

Mungkin sebetulnya kamu hendak meniti karir dengan bekerja di perusahan swasta terkenal, namun orangtua malah menyarankanmu guna menikah saja. Mungkin kamu hendak melanjutkan kuliah master, tapi family menyuruhmu guna bekerja dan membantu finansial rumah. Dihadapkan pada kondisi ini, anda tahu anda harus berkompromi dan menunda mimpi.

Tanpa mesti marah pada keadaan, gak terdapat salahnya anda coba nikmati saja. Karena hidup tidak saja soal kamu, masih terdapat orangtua, saudara dan family yang menjadi warna dihidupmu. Sampai puncak dalam masa-masa singkat bakal membuatmu puas, namun apakah anda akan merasa bahagia andai harus meninggalkan orang-orang favorit di belakang?

Toh, kebahagian tak bakal nikmat bila melulu dinikmati sendirian.

3. Kadang mimpimu mesti tertunda sebab tipisnya duit yang anda punya. Tapi mimpi tidak materialistis; tak bakal langsung pergi melulu karena dompetmu tipis!
Kamu mesti sabar dan berusaha lebih keras

Kamu mesti sabar dan berusaha lebih keras

Keterbatasan ekonomi biasanya memaksamu mesti menunda dalam mewujudkan mimpi. Mungkin anda harus bekerja sebagai karyawan dan menunda menjadi wirausaha sebab belum terdapat modal. Atau mungkin, anda rela menunda masuk kuliah sebab keluargamu baru tertimpa musibah.

Karena ini, anda sempat beranggapan bahwa mimpimu tersebut memang tak pantas anda dapatkan. Alih-alih berusaha lebih keras lagi, gak kamu hendak menyerah dan mengubur mimpimu dalam-dalam.

Hey, tak perlu cemas akan masa depan, Tempatbet55 sebab faktanya orang-orang yang kini sudah mewujudkan mimpi pun pun pernah merasakan penundaan urusan yang sama. Penundaan ini terjadi bukan karena anda tak layak mendapatkannya, tapi sebab kamu perlu persiapan yang lebih matang dan perjuangan lebih keras. Mimpi tidak materialistis: dia tak bakal langsung melayang melulu karena dompetmu tipis!

4. Boleh jadi mimpimu tertunda berkali-kali, hingga hatimu “kebas” dan malas berusaha lagi. Tapi, menyerah tersebut sama saja dengan bunuh diri.
Kamu dapat mati tanpa mimpi

Hidup tanpa mimpi membuatmu laksana mayat hidup. Hidup tanpa terdapat sesuatu yang ingin dijangkau juga membuatmu tak energik menjalani hari. Bahkan seringkali anda jadi tak tahu kemana mesti melangkahkan kaki. Jadi kamu ialah orang beruntung sebab pernah menikmati hidup dengan mimpi-mimpi yang anda buat dulu.

Namun fakta hidup dapat membuatmu jadi fobia bermimpi. Kegagalan yang pernah alami membuatmu fobia memperjuangkannya lagi. Mungkin anda dulu pernah memiliki mimpi bisa mencatat novel, tetapi penolakan dari penerbit menciptakan nyalimu mengerut drastis. Mungkin anda pernah memiliki mimpi menjadi karyawan di perusahaan internasional, tetapi penolakan kesatu membuatmu tak mau untuk mengupayakan lagi. Hal ini sama saja dengan bunuh diri. Nah, daripada membabat berakhir semua mimpi, bukankah belajar lebih keras lagi dan memantaskan diri justru dapat memperbesar bisa jadi untuk membuatmu hidup lagi?

5. Semakin besar mimpi, gunung yang mesti anda daki semakin tinggi. Kamu dapat memilih merasakan perjalanan daripada mengeluh sebab tak pun sampai tujuan.
Kamu perlu waktu yang lama guna menempuhnya

Mimpimu besar, contohnya melanjutkan studi di universitas nomer wahid. Dengan ini, ibaratnya kamu hendak mendaki gunung tinggi nan estetis dan tidak saja sekedar bukit. Namun, lamanya masa-masa untuk menjangkau kesana biasanya membuatmu tak motivasi lagi.

Tak melulu sekedar berangkat pagi lalu dapat sampai pada malam hari, anda kudu sejumlah istirahat dan menghadapi kendala yang lebih besar. Jadi, andai kamu benar-benar hendak mencapai puncak, pastikan anda tak jenuh di tengah jalan. Karena anda pantas guna mencapainya.

6. Keberhasilan bukan mengenai seberapa cepat, tetapi seberapa bermanfaat. Hidup bukan lomba lari, tetapi lomba berbagi!
bukan lomba lari

Tak usah mencocokkan diri dengan orang lain; merasakan setiap langkah hidupmu sendiri sudah lumayan membuatmu bahagia. Mungkin anda mulai cemas saat teman-temanmu telah menjadi PNS, sedangkan anda masih sibuk menyiapkan diri guna tes CPNS-nya. Tapi guna apa anda merasa iri, bila setiap orang telah punya jalannya sendiri?

Hidup tersebut bukan lomba lari, tetapi lomba berbagi. Yang sangat berharga bukanlah seberapa cepat kamu dapat mewujudkan mimpi, tetapi seberapa tidak sedikit manfaat yang dapat kamu berikan ke orang lain ketika mimpi itu akhirnya terwujud.

Manusia tanpa punya mimpi tersebut sama saja dengan insan yang mati suri. Maka, beruntunglah anda yang masih punya cita-cita dan mimpi. Walau kini mimpimu masih belum dapat diwujudkan sepenuhnya, teruslah percaya bahwa anda tetap berhak guna meraihnya.

Beranikah anda memperjuangkan mimpi kembali?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *